<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Giechuz's Weblog</title>
	<atom:link href="http://giechuz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://giechuz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Aug 2008 12:55:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='giechuz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Giechuz's Weblog</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://giechuz.wordpress.com/osd.xml" title="Giechuz&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://giechuz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>second cerpen</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/07/second-cerpen/</link>
		<comments>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/07/second-cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 12:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giechuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giechuz.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Pohon si Penyelamat Bumi Si penyelamat bumi? Setahu ku ini adalah sebutan untuk pahlawan yang so pasti berjasa dan ibarat kata selalu dibanggakan, begitu pula oleh adik sepupuku. Citra namanya. Anak berusia 7 tahun yang baru saja duduk dibangku Kelas 1 SD. Ia sudah tinggal lama dirumahku. Sudah seperti adikku sendiri. Owh ya baginya pahlawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=51&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:18pt;font-family:GoodName74;">Pohon si Penyelamat Bumi</span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/images3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-52" src="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/images3.jpg?w=120&#038;h=116" alt="" width="120" height="116" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Si penyelamat bumi? Setahu ku ini adalah sebutan untuk pahlawan yang so pasti berjasa<span> </span>dan ibarat kata selalu dibanggakan, begitu pula oleh adik sepupuku. Citra namanya. Anak berusia 7 tahun yang baru saja duduk dibangku Kelas 1 SD. Ia sudah tinggal lama dirumahku. Sudah seperti adikku sendiri. Owh ya baginya pahlawan adalah sesuatu yang patut dihormati, seperti<span> </span>Suparman, yang selalu memberi Citra ingat sama angka nol, begitu pula Robin bood, yang mengajarkannya untuk tidak membuang sampah sembaranbgan dan sekaligus Mang Oman ups..kepeleset seperti syair, yang selalu membuatnya melompat kegirangan. Saat didepan televisi mulutnya terbuka lebar, bibirnya yang <span> </span>tipis, berlidah Prancis ia pun <span> </span>beralun, Citra : “Aqu butan mangoman yang telcipta dali besi dan bata”, dibatasi setengah tembok aga cukup tua aku terbahak-bahak. Aku bergumam sendiri: “Owh dia inget Mang Oman kali ya, seseorang yang selalu disapanya di matrial saat ia berangkat ke sekolah, sungguh adik sepupuku yang satu itu sangat membuatku menggigit”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="color:#ff0000;">Lanjutannya nie&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;"><span id="more-51"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;"><span> </span>Suatu hari ketika aku dan Citra ingin mengukur jalan ke sebuah padang rumput luas yang terdapat serpihan bata-bata di sekelilingnya , serta kawanan pencari uang, mulai dari masalah perut bahkan sampai pencari suami pun ada, tiba-tiba Citra berceloteh: “ Ka liat itu banyak helo ya dimana-mana?” aku mengerutkan alis mataku, “Helo?” Aku mengerti maksudnya, pasti ia ingin mengatakan hero tapi berhubung yang dihubungkan tidak bisa dalam pengucapannya tapi aku berusaha untuk menangkap maksud isi hatinya. ”Sepertinya hero”, “hero kan adanya di Pajajaran dan kalo engga juga di Plaza Pangrango itu juga jauh dari tempat yang aku singgahi ini”. “Jadi maksudnya apa?”. Aku berpura-pura mengerti. Tapi sebelum itu aku bertanya kepadanya, “maksud mu apa Cit?, “ Citra: “Itu ka liat deh! Dari sini aja keliatan ko?”. “ Wah aku tambah aja nggak ngerti?” <span> </span>Ditunjukkanlah aku dengan jari telunjuknya yang lentik. ke depan, belakang, samping, kiri, kanan semua arah ia tunjukan kepadaku. “Maksudmu pohon? “ Citra : “iya ka! “. Aku berkata: ”Loh tadi kamu bilangkan Hero? Citra: “Aduh kaka ini? Itu loh ka…yang ijo itu! Ijo?”. “Baju ijo maksudmu?”, sahutku. “Bukan tuh yang itu!”, sahut Citra. “Oh maksudmu pohon?”. “Yeee kaka pintel?”, pernyataan darinya. <span> </span>Waduh rasanya jadi ingin terbang ke bulan, dia memberikan pernyataan kepadaku seperti itu. Aku masih sempat bingung, aku bertanya kepadanya? “Loh ko cit pohon tapi dibilang hero sih?” Citra: “Ia soalnya kata ibu gulu ku dicekolah aku halus menyilam dan melawat pohon cupaya pohon itu tumbuh dan tinggi cupaya lumah kita itu ga kena matahali, gitu ka? Kan helo itu juga pake topeng cupaya ga ken matahari kan ka! Kaya baja hitam yang suka aku tonton! Waduh anak ini, tapi benar juga apakatanya. Nah yang aku bingung apa hubungannya ma baja hitam, perasaan baja hitam pake topeng ya buat ga diketahui identitasnya sama orang lain, ah tapi kan namanya anak kecil, pasti ga sampe mikir kesitu, biarkanlah, turuti saja apa katanya. Tiba-tiba ia berteriak dan menarik tangan kanan ku! Ka.. lihat helo itu, ada monster ka? Aduh apalagi sih!! Monster! Monster! Mana ada zaman gini monster tanyaku dalam hati. Apa ini hanya imajinasinya saja. Sungguh berat ah tapi lebih berat manggul beras 50kg…hehe..Sementara aku hanya dapat melihat burung-burung putih dan kertas segiempat bergambar silang diantara pepohonan. Apa itu monster yang dimaksud oleh citra? Mungkin dalam pikirannya burung- burung putih dan kain segiempat itu menggangu hero yang dia maksud alias pohon, sehingga perlu diberi sejenis jurus yang patut dikeluarkan untuk mengusir sang monster itu. Lah tapi kan mana bisa pohon mengeluarkan jurus seperti halnya Naruto. Sungguh aneh adik sepupuku ini. Padahal aku satu suku, satu bangsa, dan satu bahasa tapi berbeda banget…biar beda tapi tetap satu jua sih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Hari semakin siang, sang raja nur tak terasa telah merasuk kedalam pakaianku. Tapi citra masih tetap menunjukkan cerianya, buktinya <span> </span>saat aku mengajaknya pulang, ia malah menyuruhku mengantarkannya ke tempat yang luas dan banyak pepohonan. Padahalkan dipingiran jalan banyak tuh berjajaran, tapi dia malah yakin ingin brkunjung ke komunitas para hero yang banyak dikunjungi oleh orang pribumi Bogor.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Aku berusaha membujuknya untuk tetap pulang, karena persediaan rupiah ku sudah habis di pakai olehnya membeli ini-itu. Walaupun badannya mungil tapi makannya apa lagi belanjanya kuat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Tiba – tiba ia mengeluarkan air mata, aku tersipu malu saat orang-orang melirik kearahku. Aduh apa aku disangka penculik anak-anak, wajahku manis, imut, sungguh sangat tidak singkron menjadi penculik anak. Padahalkan Citra itu sepupuku, tapi orang-orang mana tahu. Wah jangan sampe deh…tangisannya semakin keras, aku langsung berpikir seribu satu cara agar dia stop menangis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Sekilas bintang jatuh, jatuh tepat ditengah otakku. Aku menjajikannya membelikan dia sebuah es krim, dia langsung diam seribu bahasa. Dihapuskan air mata yang ada dipipinya, dilap pun cap sebelas yang ada dihidungnya. Dalam hati aku berkata: “Akhirnya berhasil juga membujuk anak ini”, “Rasanya lega, karena aku berhasil menaklukannya”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Perlahan-lahan Aku dan dia berjalan menyusuri lurusan hitamnya aspal. Sepanjang jalan anak itu selalu saja berkicau. Bagaikan burung kutilang yang nyaring tanpa<span> </span>dahak ditenggorokannya,,hehe.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Lagi-lagi ia bertanya sesuatu kepadaku. Citra: “Ka sebenalnya pohon itu apa sih?”. Aku bersahut: “Pohon ya?, Pohon itu makhluk hidup, sama seperti kita”. Citra: “ Loh tapi ko dia ga suka jalan-jalan sepelti kita?, Kata ibu gulu emang cih pohon itu mahluk idup, tapi aku masih tidak mnegelti ka? Coba kaka bayangin klo pohon bisa jalan,?.” Aduh anak ini, yaiyalah aneh lagian mana ada sih pohon jalan. Aku menjawab: “Gini, ya allah itu menciptakan mahkluk hidup seperti kita, pohon, dan binatang, tapi yang paling sempurna itu kita dan pohon diciptakan untuk pelengkap hidup manusia serta penyelamat bumi dari serangan pemanasan global. Citra mengerutkan alisnya. Seperti kebingungan. Mana bisa ngerti anak sekecil itu. “Apa kata-kataku terlalu berlebihan? Duh aku jadi ikut bingung juga!.” Owh ya…ya dah gini aja coba kamu Tanya ama ibu guru lagi ya? Citra: “ Loh knp engga kaka aja?”. Aku: ” Kaka takut salah”. Citra: “Owh gitu…ya dah nanti biar aku Tanya!”. <span> </span>Anak kecil memang keingintahuannya banyak, jangankan keingintahuannya, imajenasinyapun sama, bikin aku memutar otak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Kurang dari sedetik ia kembali bertanya? “Ka ko pohon itu tinggi-tinggi?, Kita aja udah minum cucu tetep aja engga tinggi!”, aku merasa terpojok, kalo gini lebih baik orang dewasa deh yang tanya. Jadi ga ribet ngejawabnya. Aku berusaha menjawab . “ia pohon itu tinggi <span> </span>soalnya buat<span> </span>melindungi kita, kan kamu sendiri yang bilang klo pohon itu hero bagi kamu, untuk menyelamatkan kamu dari panas. Oh iya, aku lupa! Uhh akhirnya sadar juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Tepat pukul 10 pagi aku dan dia sampai dirumah. Mungkin ia lelah. Pergilah ia ke ranjang, untuk meluapkan kecapaiannya. Aku berkata sendiri. Susah juga kalo jadi orang tua nanti, apalagi kalo anaknya hiperaktif untuk cari tau, harus banyak referensi nih!.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Deringan telepon mengganggu istirahatku. Rupaya temanku Anna, yang dulunya satu sekolah saat aku duduk di Sekolah Mnengah Atas. Anna yang kini ingin mengajakku menemaninya untuk menghadiri seminar tentang “ Lingkungan Hijau si Penyelamat Bumi”, tampaknya menarik. Mungkin aku bisa jadi tambah ilmu jika mnghadiri acara itu. Dengan hanya menyebutkan 1 kata “Ya”, aku menerima tawaran Anna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Kita berdua membuat janji setelah makan siang di tangkal asem, tempat yang tak jauh dari rumahku tapi tetep harus naik angkutan .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Pukul menunjukan waktu makan siang. Segeralah aku merapihkan diri dan bersiap untuk keluar mencari referensi. Sedangkan Citra aku titipkan kepada tanteku, karena aku tidak mungkin untuk membawanya kedalam sebuah seminar orang-orang dewasa. Yang ada nanti dia dewasa sebelum waktunya lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Tanganku mencoba untuk mengetik sepuluh jari, mengirim pesan singkat kepada Anna. Ebenarnya Aku hanya ingin memastikan keberadaannya. Deringan Afgan telah memberiku jawaban atas pesan singkat yang sebelumnya telah aku kirim. Rupanya Ana sedang <em>otw</em>. Aku pun aga sedikit santai mencapai tempat tersebut. Diangkot 07 ijo, dibelakang, aku memandangi tingginya pohon-pohon yang membuat jalan menjadi teduh dan dingin. Apa ini yang dimaksud sebagai pohon penyelamat bumi? Bukan hanya penyelamat bumi tapi juga penyelamat jalan donk. <span> </span>Dan apa yang terjadi kalo di bumi ini gada makluk hidup seperti pohon? gersang? panas? tandus atau bahkan kering kerontang nyaris tak tertantang? Sungguh hal yang mengerikan terbayang didalam otakku.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Beberapa menit kemudian ternyata aku telah sampai di tangkal asem. Tepat dibawah pohon, sesesok wanita berjilbab, mengipas-ngipaskan tangannya dan <span> </span>penuh semangat menuju kearahku, ternyata Anna, dia sampai lebih dulu. Memang ga pernah berubah, dia selalu on time kalo ada janji. Ya baguslah. Coba aja orang di Negara ini seperti dia, pasti sedikit orang yang berkata “Hal yang paling menyebalkan itu adalah menunggu”. Pasti berbalik menjadi “Hal yang paling menyebalkan itu ga on time”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Perlahan Saat aku menghampirinya, lantunan salam terdengar olehku, ku sambut jawaban salamnya dengan senyum ku yang lebar, aku kaget saat pipiku langsung disantap olehnya. Mungkin dia rindu padaku, karena 1 tahun lebih aku tidak bertemu dengannya sejak kita lulus dari bangku SMA. Tapi untungnya ada buta yang tertera no hp, sehingga ia tidak kehilangan jejak tentang keberadaan ku. .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Acara silaturahmi dan tegur sapa telah selesai, selanjutnya kita langsung melaksanakan tujuan utama kita, yaitu menghadiri seminar di gedung kuning.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">Sesampainya di sana. Kita berdua terkejut melihat ternyata banyak yang antusias menghadiri acara ini. Bahkan bule sekalipun ada di sana. Apa mungkin itu hanya bule Depok. Sepertinya tidak. Aku berusaha menghampirinya. Aku ucapkan salam kepadanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Kemampuanku membuat Anna melongo. Ia mungkin tak tahu kalau aku sekarang sudah pandai berbahasa asing. Aku merasa bangga pada diriku sendiri. Sungguh tidak ternilai rasanya. Memang sangat bermnfaat menuntut ilmu di sebuah Yayasan Pendidikan ABC , walaupun aku tidak perlu merogoh kocek sedikitpun tapi ilmu yang ku dapat dari sana sungguh luar biasa. Klo ada yang gratis ngapain bayar yang mahal. Bayangkan Anna saja yang munutut ilmu di perguruan tinggi bahkan yang sangat tinggi dan ternama tidak pandai berbahasa, sedangkan aku cukup dengan kemauanku ditambah ilmu yang ku dadapat disana, aku banyak mendapatkan teman, khususnya orang-orang bule sekarang. Gaya banget kan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Memang tak lama aku bercakap dengan bule itu, tapi aku kini tahu siapa dia. Bule ini bernama Fredrick, bule asal Italia yang sekarang bekerja di sebuah institute lingkungan hidup di daerah perkotaan sana. Ia menghadiri acara tersebut karena untuk mendukung penelitiannya tentang keberadaaan fungsi pohon di bumi ini. Duh jadi ga enak, mana cakep, pinter lagi hehe.. semoga saja aku bertemu kembali dengannya nanti diluar seminar ini, itu harapanku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Lagi asik-asik memikirkan wajah bule yang guanteng itu, eh tib-tiba Anna menyenggol tubuhku. Aku jadi kaget. Anna berkata: “Woi..kita kesini mau seminar bu! Bukan mau cari jodoh!gimana sih? Mentang-mentang bisa bahasa bule, sampe segitunya. Aku menjawab: “biasa ja lagi?. Anna bertanya kepadaku, bagaimana caranya bisa serti aku (narciis nih). Aku kira-kira sih sepertinya dia ingin mendapatkan kenalan-kenalan bule juga. Duh kenapa jadi ngelantur ya, tujuan kita kan mau hadir dalam seminar ini dan mendapatkan ilmu ketika pulang dari sini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Kursi- Kursi gedung telah dipenuhi oleh para peserta seminar. Disekelilingku penuh dengan orang-orang yang mungkin bersahabat dengan lingkungan, mungkin tukang sampah sekalipun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Sang pembicara telah siap menyampaikan materi yang telah disediakan. Pembahasan lingkungan khususnya mengenai pohon penyelamat bumi, penghijauan disebutkan didalamnya. Katanya sih guna mengurangi pemanasan celana dalam..ups maksudnya pemanasan global. Kedengaranyya tidak aneh bagi ku namun ada sesuatu sih yang ku tidak mengerti. Pemanasan global? Hatiku bertanya-tanya. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Apa mungkin karena banyak kebakaran dimana-mana, korupsi, illegal loging, banjir atau musibah lain khususnya di Negara ini? Oh sungguh berat…atau mungkin hubungnnya dengan pohon, hutan, asap kendaraan yang banyak mengandung CO<sub>2</sub>, limbah pabrik dsb?yang membuat bumi panas dan gerah. Pertanyaan segera terjawab saat aku ingin mengacungkan telunjukku kearah sang narator. Karena<span> </span>ada peserta yang sebatin dengan ku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Dengan cermat, teliti, seksama dan penuh konsentrasi aku mendengarkan kata demi kata sang narator. Bukan karena sedang bermain komunikata atau tebak kata. Karena tidak mungkin, ini seminar dan resmi pula. Sang narrator berkata peran tumbuhan hijau khususnya pohon, apalagi pohon yang batangnya besar, sangat berguna bagi pencegahan pemanasan global tersebut, karena dengan adanya komunitas mereka, mereka telah menyelamatkan bumi. Setidaknya memperlambat menipisnya dan pembolongan ozon yang ada di bumi ini. Aku teringat kembali kata-kata adik sepupuku, bahwa pohon adalah hero sang penyelamat”. Jadi benar apa kata dia ya walaupun dia mengutarakannya pada saat itu aga berimajinasi dan aneh. Dilanjutkannya kembali pernyataan sang narator. Bagai</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">didongengkan sebelum bobo. Kemudian ia menyarankan kepada para peserta agar memelihara dan tetap menjaga tumbuhan yang ada di sekitar kita. Didukung dengan tidak menggunakan sesuatu hal yang berasal dari tumbuhan. Misalnya tidak lagi menggunakan sumpit, tissue, pokonya apapun yang menggunakan bagian dari pohon. Hatiku sedikit tak terima, otomatis sekalian aja gitu ya supaya kita ga makan mie ayam. Kasian si mamang tukang mie ayam kan?. Ah tapi kan itu demi keselamatan dan kelangsungan hidup sehat kita juga. Ga da salahnya buat coba dilakukan sejak dini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Dua jam sudah terlewati. Acara seminar itu pun ditutup. Alhasil, ilmu yang aku dapat hari itu sungguh luar bisa. Aku jadi mengetahui banyak tentang apa pentingnya pohon di muka bumi ini? .Sama pentingnya makanan kalo kita lagi kelaperan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;"><span> </span>Tiba-tiba panggilan dari perut tidak bisa kutahan. Aku mengajak Anna untuk men<em>charge</em> perut ini ke sebuah rumah makan khas sunda di daerah Salahbenda. Aku memilih tempat itu karena enak, adem sejuk, serasa berada di mana gitu. Kita pun dapat melihat berbagai macam tumbuhan hijau, menghirup udaranya, dan merasakan nikmat yang luar biasa antara kenikmatan jasmani dan rohani. Sungguh tiada tara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Sesampainya di sana. Aku langsung memesan makanan di atas amparan karpet ditengah air yang membendung serta yang dikelilingi oleh tumbuhan air yang sangat menawan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Semenjak aku telah menghadiri seminar itu kini aku menjadi sangat peduli akan keberadaan tumbuhan hijau, pohon dan sejenisnya. Aku ingin seperti mereka yang dapat menyelamatkan bumi. Apa jadinya kalo semua orang tidak ada kemauan sejak dini untuk hal semacam itu. Bisa makin tipis aja bumi ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Anna merasa, ia tidak sia-sia mengajakku ke tempat seminar itu. Karena dia aku menjadi semangat untuk melakukan hal ya bisa dibilang sedikit orang sadar akan hal itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Sambil menyantap makanan Anna dan aku berceloteh. Aku bertanya kepadanya: Ann gimana kuliah kamu? Lancar ja. Kalo kamu sendiri? Sangat baik. Aku rasa kamu banyak perubahan, sangat drastik. Apa yang menyebabkanmu bisa menjadi orang ya bisa dibilang aktif sekarang ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Aku tersenyum mendengar pernyataannya itu. Seakan-akan dulu aku orang yang penuh kepasifan. Aku jelaskan kepadanya kalo aku ingin menjadi sesorang yang berarti dan berguna bagi siapa saja dan dalam hal apapun. Tak lain berkat bimbingan kampus tercintaku yang lebih utama, aku merasa menjadi seseorang yang lebih di mata teman-temanku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Anna memintaku untuk bercerita lebih dalam tentang kampusku. Oh..sungguh bersenang hati aku untuk menceritakannya. Aku bercerita mulai dari lingkungan pergaulanku, sungguh hal yang paling mengasyikkan saaat aku berkumpul-kumpul dengan mereka. Kekeluargaan timbul saat aku bersama mereka. Sehingga mungkin sulit untuk dipisahkan nantinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Anna bingung, karena di kampusnya malah sifat kekeluargaan itu tidak timbul, yang timbul malah individualitas atau bahkan mungkin ngegenk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Melanjutkan ceritaku. Aku menjelskan pula kepadanya, bahwa staff pengajar disana sangat dekat dengan mahasiswa, bahkan beliau pun memeperhatikan mahasiswanya serta membatu dalam perkembnangan mahasiswanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Aku melihat Anna semakin bingung dengan cerita ku. Sungguh aku berbangga bergabung dalam kampusku itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;"><span> </span>Owh ya aku pun bercerita kepadanya tentang gedung kampus ku yang baru. Sungguh berbeda dengan yang lama. Walaupun <em>big is beautiful</em> tapi tetep <em>easy to sleep</em>. Tapi aku senang, karena tetep hijau dan suasana tetep tenang. Mungkin karena masih wangi dan belum jadi seutuhnya jadi aku pun belajar dengan diperdengarkannya kesibukan para pekerja bangunan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Halaman yang luas hijau sungguh indah, walaupun hanya ada beberapa pohon seperti belum di kasih makan, kurus, jangkung, dan sebatang kara. Tapi aku yakin beberapa poon itu nantinya akan tumbuh berkembang seiring perjalanan waktu. Setidaknya dapat pula membantu mengurangi pemanasan global.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Setelah panjang lebar aku cerita. Anna menyampaikan sesuatu kepadaku. “Sungguh kampusmu berbeda dengan yang lain, itu luar biasa”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Tidak terasa piring pun bersih mengkilat. Perutku telah terisi kembali dan siap untuk meneruskan perjalanan pulang. Kita pun pergi dari tempat itu dan segera kembali kerumah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Setibanya dirumah, lagi-lagi aku disambut dengan hal yang konyol. Citra adik sepupuku melap satu persatu daun tanaman hias yang ada dirumah ku. Aku bertanya kepadanya: “Sedang apa cit? Citra: “ini ka aku sedang melawat tanaman don? Ko pake dilap gitu? Citra: “Iya ka kacian tadi itu dia engga belcih ka, jadi aku belcihkan deh”. <span> </span>Ada gajah si bocah kecil itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Tiba-tiba saat aku ingin melangkah ke batas garis pintu ia berkata “Ayo ka dali mana? Ko ajak-ajak aku? Aduh anak ini, ngapain juga aku ajak dia, padahalkan aku juga kan punya keperluan sendiri. Ya sudah aku jawab, aku tadi harus datang ke seminar. Apa itu ka? Udah kamu gede ja dulu, kalo kau nanti dah dewasa juga tau. Huh..balasnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Keesokan harinya aku dan Citra pergi bertamasnya keliling-keliling kota. Ga pake beca tapi pake kaki hehe. Bukan karena ga da rupiah tapi aku ingin mengamati tentang lingkungan luar. Sekaligus aku ingin mengunjungi sebuah temapat yang indah dan yang membuat orang menjadi <em>rileks</em> saat berada didalamnya. Di sana pun kita bisa melihat, mengamati, merasakan tumbuhan yang usianya seperti nenek moyang kita mungkin. Aku berpikir untung masih ada temapat kaya begini. Tempat semacam ini sangat membantu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;"><span> </span>Tak lama kemudian, aku melihat sesososk laki-laki, yang aku rasa aku pernah bersua sebelumnya. Aku mengembalikan ingatanku sehari sebelum hari ini. Oh ternyata itu Fredrick. Bule yang aku sua saat aku dan Anna menghadiri acara seminar. Harapan ku aga terkabulkan. Aku senang. Kemudian aku menghampirinya, menyapanya. Diapun sangat senang bertemu ku kembali. Oh..so sweat…ups tepukan jari datang kearahku. Ternyata Citra. Setelah itu aku mengenalkan Citra pada Fredrick. Akhirnya kita jalan bareng dan sepanjang jalan yang kita obrolkan adalah tentang pohon si penyelamat bumi. Karena kita sependepat dengan prnyataan itu, dan dalam pikiran aku dan Fredrick hanya pohonlah yang mungkin dapat menolong bumi kita dari menipisnya didining ozon yang tentunya disebabkan oleh bangsa manusia sendiri. Manusia yang mementingkan keuntungan dan yang tak sadar akan kepentingan lingkungan disekitarnya. Padahal Negara kita ini sangat hijau, tapi sayang oleh beberapa kepala disalahgunakan malah, populasi pohon dimusnahkan menjadi sebuah gedung, perhotelan, dsb.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:200%;">Coba saja orang sadar akan pentingnya pohon yang bisa menyelamatkan bumi ini. Pasti bencana sedikit terjadinya. Sungguh pasti menjadi Negara yang makmur dan bumi yang subur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">Dalam diam aku termenung memikirkan pohon-pohon yang telah dimusnahkan. Tapi tekad ku, Fredrick dan Citra ( adik sepupuku) tetap akan berusaha menjadikan &amp; membangun khalayak agar pohon hingga nantinya tetap menjadi si penyelamat bumi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/giechuz.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/giechuz.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giechuz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giechuz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giechuz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giechuz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giechuz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giechuz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giechuz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giechuz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giechuz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giechuz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giechuz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giechuz.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giechuz.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giechuz.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=51&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/07/second-cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fda09a74ee870223f43e62bdecfc7962?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">giechuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/images3.jpg?w=120" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Business Writing</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/07/business-writing/</link>
		<comments>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/07/business-writing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 12:18:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giechuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giechuz.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Those are examples of business Wrtting.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=53&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Those are <a href="http://http://businesswritingblog.com/">examples </a>of business Wrtting.</p>
<p><a href="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/bwt1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-55" src="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/bwt1.jpg?w=300&#038;h=211" alt="" width="300" height="211" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/giechuz.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/giechuz.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giechuz.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giechuz.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giechuz.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giechuz.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giechuz.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giechuz.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giechuz.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giechuz.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giechuz.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giechuz.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giechuz.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giechuz.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giechuz.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giechuz.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=53&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/07/business-writing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fda09a74ee870223f43e62bdecfc7962?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">giechuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/bwt1.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Novel Terjemahan..</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/novel-terjemahan/</link>
		<comments>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/novel-terjemahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 10:04:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giechuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giechuz.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[AGEN MATA-MATA &#38; BONZEN P ada tanggal 18 April 1945 hingga tanggal 5 Mei 1945 merupakan suatu awal dan proses terjadinya perang serta merupakan akhir dari peperangan antara Jerman dan Amerika. Perang di Eropa ini merupakan perang yang menggambarkan penderitaan bagi masyarakat sipil Jerman. Pada saat itu, pelatihan kepada pemuda pintar Jerman bernama Rudi Konslerr, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=47&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">AGEN MATA-MATA &amp; BONZEN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong><a href="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/avatars-1212.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-48" src="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/avatars-1212.jpg?w=64&#038;h=64" alt="" width="64" height="64" /></a></p>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:0;" align="left" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:61.15pt;page-break-after:avoid;vertical-align:baseline;"><span style="font-size:86pt;font-family:&quot;">P</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">ada tanggal 18 April 1945 hingga tanggal 5 Mei 1945 merupakan suatu awal dan<span> </span>proses terjadinya perang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>serta merupakan akhir dari peperangan antara Jerman dan Amerika. Perang di Eropa ini merupakan perang yang menggambarkan penderitaan bagi masyarakat sipil Jerman. Pada saat itu, pelatihan kepada pemuda pintar Jerman <span> </span>bernama Rudi Konslerr, yang secara langsung <span> </span>dipilih untuk ditugaskan bersama misi rahasianya sebagai agen mata-mata Jerman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Rudi sangat dilatih keras dan diprioritaskan sebagai agen mata-mata yang ditempatkan disebuah negara dengan bantuan kekuatan asing, Rudi memiliki pemikiran yang sangat jenius dari setiap tindakannya. Dia mempunyai rencana<span> </span>hidup untuk bekerja, menikah, dan menunggu hari akhirnya untuk bekerja sebagai agen mata-mata yang mempunyai tujuan mengabdikan dirinya kepada negara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Namun pada kenyataannya di Bayreuth, agen CIC Tom Jaeger yang juga seorang agen <span> </span>mata-mata dari Amerika Serikat yang <span> </span>diperintahkan oleh Kolonel Streeter dan tanpa sengaja pada saat dia mencari arsip dia menemukan sebuah dokumen khusus tentang<span> </span>Rudi yang mempunyai kode nama Rudi-A27.Kemudian hal itu telah <span> </span>mengantarkan dia kedalam pencarian<span> </span>Rudi dan kemudian dia mencari kerabat Rudi beserta jaringannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> Lanjutannya nie,,,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span id="more-47"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;">18 April 1945 </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Suatu tempat di Bavaria</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Di tempat ini, tepatnya di <span> </span>Bayreuth Rudi ditangkap oleh Badan Kepolisian Gustapo.. Disana, dia diinterogasi dan dipermainkan oleh sipir senior yang ditemani oleh partnernya, karena dia jenius maka dia terinspirasi untuk memalsukan identitas aslinya. <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>Dalam memalsukan identitasnya, dia sering menggunakan nama yang berbeda di Jerman. Lalu sipir<span> </span>pun tak tinggal diam, karena dalam pikiran mereka pun Rudi adalah seorang yang jenius. Maka dari itu mereka memaksanya untuk menceritakan yang sebenarnya tentang identitasnya. Saat dua orang sipir lainnya menghampiri mereka kemudian Rudi dijebloskan kedalam sebuah ruangan yang cukup luas dan gelap yang memiliki 2 buah pintu. Didalam ruangan yang gelap tersebut terlintas dalam benak Rudi untuk melarikan diri. Lalu ia pun memanfaatkan 2 buah pintu tersebut sebagai jalan keluar. Dibukanya salah satu pintu yang menuju ke sebuah lorong, disanalah ia mencoba menelusuri lorong-lorong. Sebagai pertahanan dirinya ia<span> </span>harus memiliki senjata maka dari itu ia pun pergi ke gudang amunisi yang terletak di tengah-tengah lorong. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Namun terlintas dalam pikirannya untuk kembali ke tempat semula karena dia merasa takut akan terbunuh oleh para sipir jika mereka mengetahuinya. Lalu ia meyakinkan dirinya bahwa tekadnya sudah bulat. Akhirnya, apa yang diusahakannya membuahkan hasil dan dia merasa menjadi seorang<span> </span>pemenang yang telah terbebas dari para pecundang dan penyiksa. Tetapi hal itu membuatnya lupa diri sehingga tanpa sengaja ia meletuskan tembakan yang terarah pada sebuah jam yang tepat berada ditengah-tengah kantor kepolisian Gustapo.<span> </span>Kemudian para sipir mendengar letusan itu sehingga pikiran mereka tertuju kepada Rudi, dengan sigap mereka langsung ketempat tersebut dan menghubungi Komandan Herr yang menjabat sebagai kepala kepolisian Gustapo. Lalu Komandan Herr pun memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pencarian, tapi pencarian itu tak membuahkan<span> </span>hasil sehingga ia berinisiatif untuk mencari dokumen lain tentang Rudi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Pada saat pencarian data ia menemukan identitas asli Rudi beserta ayahnya, ayahnya itu bernama Kolonel William yang notabenenya sebagai mantan kolonel dari Kepolisian Gustapo. Komandan Herr seketika barulah sadar bahwa ayahnya Rudi adalah teman lamanya saat di Danish Vestre Borgerdyd yang dulunya pernah bersaing<span> </span>untuk memperebutkan seorang wanita yang bernama<span> </span>Marry Cartrights,<span> </span>yang dinikahkannya ketika lulus dari sekolah tersebut. Dari situlah dendam berawal, tetapi saat Herr ingin mebalaskan dendamnya, William terlebih dahulu meninggalkan kota untuk berpindah ke Festpielhaus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Namun, Ajal terlebih dahulu menjemputnya saat Rudi berusia sepuluh tahun akibat penyakit tuberkolosis. <span> </span>Sehingga, Mary, sang isteri Kolonel William membesarkan<span> </span>Rudi dengan keterbatasan dan kesederhanaan. Tak lama kemudian Sang ibu pun meninggal dan setelah itu Rudi dijadikan anak angkat oleh keluarga Rasmussen. Setelah cukup umur<span> </span>Rudi mengikuti wajib militer karena saat itu negaranya sedang mengalami perang dunia. Dari situlah bakatnya sebagai mata-mata Rudi terlihat dan akhirnya Rudi pun dipilih menjadi seorang agen mata-mata di Jerman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Pencarian Rudi terus berlanjut, karena Pelarian Rudi tersebut di anggap sebagai penghinaan terhadap Kepolisian Gustapo yang terkenal dengan Penjagaan yang super ketat yang sulit untuk para tahanan <span> </span>melarikan diri, menurut Komandan Herr, tanpa disengaja sebuah informasi telah terkuak bahwa Ayah Rudi adalah relasi dari Kolonel Steinmentz yang predikatnya adalah sebagai Purnawirawan Kepolisian Gustapo. Lalu Kolonel Herr pun memerintahkan anak buahnya Tom dan Larry untuk mencari tahu keberadaan Steinmentz. Akhirnya pada tanggal 21 April 1945 di Belluvuberg, mereka pun menemukan dua orang wanita yang memiliki hubungan keluarga dengan Steinmentz dan mereka pun menginterogasinya sehingga mereka mengatakan bahwa<span> </span>Steinmentz berada di sebuah apartemen di kota Browntown. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Dua orang itupun langsung menuju ketempat dimana Steinmentz berada. Tapi, kenyataannya tempat tersebut telah hangus terbakar beberapa bulan yang lalu, tapi ada salah satu warga yang mengetahui keberadaan Steinmentz dan ia pun memberitahukan bahwa<span> </span>Steinmentz berada di Rosenburg. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Tepat pada tanggal 24 April 1945, di sebuah rumah tua yang sempit, ditemani istri dan anaknya ia tinggal. Dengan segara<span> </span>Steinmentz pun dibawa ke Kantor Kepolisian Gustafo untuk dimintai keterangan mengaenai Rudi konsler. Dari keterangan yang diberikan, <span> </span>diperoleh <span> </span>hasil yang sama sesuai<span> </span><span> </span>data awal yang ditemukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Di lain pihak, Rudi dan timnya dalam agen mata-mata menyusun rencana yang diberi nama KOKON yang memiliki misi menumpas para pengkhianat yang pro-Amerika dan pembalasan dendam <span> </span>kepada Amerika atas kekalahan perang terdahulu. Dalam programnya Rudi menggunakan kode nama dan nomor untuk memudahkan komunikasi tanpa diketahui oleh pihak musuh.Contohnya kode nomor<span> </span>B-177 untuk komandan Herr, A-042 untuk Brigadir<span> </span>Arnold, J-322 untuk Jodl, E-364 untuk Eichmann, S-253 untuk Streitcher, M-172 untuk Mengele Joseph dan A-027 untuk Rudi sendiri, nomor tercantum tersebut hanya digunakan oleh Rudi dengan para pimpinan tiap divisi. Ketika Rudi ingin memberikan kepada mereka.Instruksi pertama yang dikeluarkan oleh Rudi adalah mereka harus disebar dimana-mana terutama ditempat yang diperkirakan adanya pasukan Amerika. Tanpa diketahui dalam misi tersebut ada salah satu dari mereka yang tidak setuju yaitu Arnold, karena menurutnya Rudi terlalu otoriter dan membanggakan dirinya sendiri sehingga itu yang membuatnya tidak menyukainya.Tetapi, mau tak mau dia harus menerima tugas tersebut karena dia berada dibawah kendali Rudi dan apabila dia membangkang maka sanksinya adalah nyawa. Untuk memfasilitasi para agent lainnya, ternyata Rudi memiliki timbunan senjata yang menyediakan segala macam senjata dan bom untuk pertahanan para agent. Gudang itu terletak di sebuah<span> </span>hutan yang rimbun dikelilingi oleh banyak pohon yang sulit dijangkau, selain itu, terdapat sebuah bunker yang digunakan oleh Rudi dan pimpinan divisi dalam merencanakan sebuah strategi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Disaat Rudi melakukan perencanaan, Larry dan Tom sebagai agen<span> </span>CIC mempunyai tugas untuk mengetahui keberadaan Rudi dan jaringannya. Untuk bisa mendapatkan informasi mengenai Rudi dan relasinya, Mereka pun membuat jaringan yang tersebar di wilayah Jerman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;">25<span> </span>April -29 April 1945 </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Setelah sekian lama mengintai Rudi dan relasinya, akhirnya Larry dan Tom beserta<span> </span>agen lainnya dari CIC berhasil mengetahui keberadaan Rudi<span> </span>dan relasinya beserta jaringannya.Akhirnya Tom melakukan sebuah serangan yang didukung dengan persenjataan yang memadai, disana terjadi sebuah baku tembak antara CIC dan komplotannya Rudi. Setelah sekian lama melakukan konfrontasi akhirnya CIC <span> </span>berhasil memenangkan dan menguasai Bonzen, disana mereka memeriksa arsip-arsip yang dirasa penting. Selain itu, mereka pun membakar berkas- berkas ataupun arsip-arsip penting, tak terkecuali data-data yang teramat penting yaitu data-data pribadi salah satu orang yang mereka cari dan benar-benar berpengaruh dalam organisasi Jerman, yaitu Rudi. Tak hanya itu mereka pun ingin mengetahui suatu rahasia yang selama ini belum diketahui dan tak pernah<span> </span>terungkap, yaitu kode rahasia KOKON, yang selama ini menjadi target utama mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Namun CIC tidak berputus asa untuk melakukan suatu usaha menemukan arti sebuah missi KOKON. Perjuangan CIC terus berlanjut, mereka bertekad penuh mengalahkan Rudi dan memecahkan missi KOKON. Rasa penasaran mereka semakin menjadi walaupun mereka berhasil menangkap komplotan Rudi tetapi mereka belum puas, karena mereka belum bisa menangkap sang inspirator sekaligus motorik dari <span> </span>missi KOKON ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Hari demi hari telah mereka lalui, demi pencarian Rudi. Namum hasilnya belum terlihat. Di samping itu, karena merasa dirinya tidak aman maka Rudi pergi mengasingkan diri dari wilayah itu yang dianggapnya sudah tidak aman baginya untuk tetap bertahan dan menjalankan misi KOKON. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dalam beberapa waktu, Rudi mengsingkan diri di sebuah wilayah bernama Freulent. Disela-sela pengasingan, dia memikirkan bagaimana cara untuk mengembalikan kondisi ke situasi awal <span> </span>dan menyusun sebuah rencana bagaimana dia dan agen-agen yang tersisa, bisa mengembalikan sesuatu yang<span> </span>telah terebut tanpa dukungan penuh dan dengan persenjataan yang terbatas. Tapi, dengan keterasingannya itu dia<span> </span>berhasil<span> </span>membakar kembali<span> </span>semangat<span> </span>yang hampir padam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&quot;">30 April 1945 – 5 Mei 1945 </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Pagi itu tepatnya pukul 5.00, Rudi telah terbangun dari tidurnya dan membangunkan<span> </span>para agen yang tertidur lelap untuk merealisasikan tujuan awal yaitu merebut kembali Bonzen sebagai sumber persenjatan. Dengan <span> </span>agen yang tersisa dan senjata yang seadanya, Rudi berusaha membakar semangat<span> </span>dirinya dan para agen yang dipimpin serta memobilisasi serangan. Langkah demi langkah, mereka meninggalkan tempat pengasingan Freulent untuk<span> </span>bergerak menuju Bonzen. Trik<span> </span>pertama yang dilakukan Rudi adalah menjadikan salah seorang agennya, Cornellius<span> </span>untuk menyamar menjadi salah satu pasukan CIC. Cornellius mencari tahu dan memata-matai rencana yang akan dilakukan oleh pasukan CIC untuk merubah Bonzen sesuai rencananya. Resiko demi resiko telah dilalui Cornellius, demi pengabdiannya kepada Rudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><span> </span>Setelah Cornellius berhasil masuk kedalam Bonzen untuk mengetahui rencana CIC, Cornellius pun memberikan kode kepada Rudi untuk segera menyerbu Bonzen diatas kendali CIC, tak disangka kehadiran Cornellius telah diketahui oleh salah seorang pasukan CIC. Segera setelah itu pasukan yang mengetahui kehadiran Cornellius langsung melaporkan kepada atasannya mereka untuk<span> </span>bersiap-siap karena ada penyusup yang mencoba menyerang Bonzen.Disamping itu, Rudi yang tengah bersiap-siap untuk menyerang Bonzen ternyata tak mengetahui rencana itu telah diketahui oleh musuh. Setelah Mendapat kode dari Cornellius, Rudi bersiap untuk menyerang Bonzen. Beberapa menit kemudian akhirnya<span> </span>Rudi beserta agennya menyerbu dengan segala keberanian dan sebuah pengharapan untuk bisa merebut Bonzen, pada saat menyerbu Bonzen, Rudi dan para agennya terkejut karena kehadiran mereka telah diketahui, dengan cepat para<span> </span>CIC pun mengepung Rudi beserta agennya. Dengan segala pengorbanan yang telah dilakukan oleh Cornellius dan tidak ingin dianggp pecundang, Rudi pun rela mengorbankan dirinya untuk melakukan perlawanan yang merupakan salah satu pilihan yang diajukan oleh<span> </span>CIC. Tetapi, Rudi tetap memilih berperang dengan pasukan CIC, walaupun Rudi tahu bahwa dia dan agennya akan kalah dalam pertempuran nanti, demi kebebasan Cornellius, dan menjaga harga diri serta menjaga misi KOKON agar tetap menjadi misteri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Perang pun menyatakan bahwa Rudi beserta agennya dikalahkan oleh pasukan CIC. Secara mutlak CIC telah menguasai Bonzen dan merealisasikan persyaratannya untuk membebaskan Cornellius. Cornellius pun dibebaskan dan meninggalkan misteri misi KOKON yang sebenarnya adalah kunci utama dalam keberadaan Bonzen.” KOKON ” adalah suatu kode yang digunakan untuk<span> </span>proyek khusus yang diciptakan untuk melindungi Bonzen, karena didalam Bonzen terdapat sebuah rahasia yang disebut “KOKON”.<span> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/giechuz.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/giechuz.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giechuz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giechuz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giechuz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giechuz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giechuz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giechuz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giechuz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giechuz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giechuz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giechuz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giechuz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giechuz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giechuz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giechuz.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=47&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/novel-terjemahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fda09a74ee870223f43e62bdecfc7962?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">giechuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/avatars-1212.jpg?w=64" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Poem</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/poem/</link>
		<comments>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/poem/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 09:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giechuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giechuz.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Thank You I&#8217;m not a great poet, I can&#8217;t always rhyme, But I wrote you this poem, To tell you I am happy you are mine Since you came in to my life, You have been my reason to live, You really know how to make me glittering smile, Even if it is only for [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=42&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:20pt;font-family:HotFootPlain8;color:fuchsia;">Thank You</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/poem.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-43" src="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/poem.jpg?w=234&#038;h=233" alt="" width="234" height="233" /></a><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:HotFootPlain8;"><br />
</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">I&#8217;m not a great poet,<br />
</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">I can&#8217;t always rhyme,<br />
</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">But I wrote you this poem,<br />
To tell you I am happy you are mine</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">Since you came in to my life,<br />
You have been my reason to live,<br />
You really know how to make me glittering smile,<br />
Even if it is only for a little while.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;"> <span style="color:#ff00ff;"> Masih ada lanjutannya&#8230;</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-42"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">Thank you for always being there for me,<br />
The past few years have been wonderful</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">It is nice memories for us</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">So we must keep that everytime</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">I really am the luckiest girl alive,<br />
To have a strong relationship as ours,<br />
You really are the most decent guy I have ever met,<br />
And giving you my heart is something I will never regret.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">I just want to say thank you,<br />
For treating me right,<br />
Knowing how to love me,<br />
And making things alright.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><span style="color:#ff00ff;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">I feel every time the night you would came,</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">You keep my sleep</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">Sing a song as a bird in the morning</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">Make me dream as a Queen</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">Thank you for your heart</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">That always in my soul</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">I just want to say thank you,</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">For everything which something you do for me</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">I know we have our ups and downs,<br />
We smile and we frown,<br />
But I want you to know no matter what,</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:HotFootPlain8;color:#339966;">I will always love you.<br />
</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:HotFootPlain8;color:fuchsia;"><span> </span></span></strong><span style="font-family:HotFootPlain8;color:red;">by. Widia Pitriyani</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/giechuz.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/giechuz.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giechuz.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giechuz.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giechuz.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giechuz.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giechuz.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giechuz.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giechuz.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giechuz.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giechuz.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giechuz.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giechuz.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giechuz.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giechuz.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giechuz.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=42&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/poem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fda09a74ee870223f43e62bdecfc7962?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">giechuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/poem.jpg?w=234" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen English</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/cerpen-english/</link>
		<comments>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/cerpen-english/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 09:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giechuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giechuz.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[The Featest Cyclist There was a loud cheer. A big group of boys were standing in a circle, watching another boy cycle round and round. The boy was Henry. One of featest cyclist in school. He was in a contest against James, another good cyclist. The contest was to see who was the faster between [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=33&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;">The Featest Cyclist</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>There was a loud cheer. A big group of boys were standing in a circle, watching another boy cycle <a href="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/images1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-39" src="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/images1.jpg?w=141&#038;h=106" alt="" width="141" height="106" /></a>round and round. The boy was Henry. One of featest cyclist in school. He was in a contest against James, another good cyclist. The contest was to see who was the faster between them. Each boy was given five minutes to do as many turns round a circle as he could. James had done twenty-two turns. “Come on, Henry ! Come on! “the boys shouted. “Yes, Henry ! You can do it ! “his friend, Simon, called. Yes, there were still a few seconds left. Henry had already done twenty-two rounds. Now he be dalled very fast and completed another round, just as the five minutes were up. He had beaten James, twenty-two rounds by one. “Well done !” all the boys, including James, yelled. That was what Henry liked. No matter who won or lost, his friends were nice about it. That was the way all sportsman should behave.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Lanjut&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span id="more-33"></span>Then suddenly Henry noticed one boy staring at him. He was Benny, a new comes to the school. “Your cycling is all right, “Benny said”. “But I’m sure I can beat your twenty-three rounds”. Henry’s friends stared back at Benny. You see, they knew he was a boaster. His own bicycle was the best in the world, and so were all his other belongings. Everyone was tired of Benny’s boasting, including Henry. “Well, Benny , if you think you can beat me, why don’t we have a contest ?” he said. “I’ll see you in two days time”. Then he walked off. “I hope you teach him a good lesson”, Simon said. “He needs one”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Henry decide to have a good rest the day before the contest so that he would feel fit. However on that day he had some bad luck. As he was coming down the stair. Case in his house, he slipped and fell. He bruised his knees. So badly that he was limping. At school the next day his friends looked worriedly at him. “Do you think should race?” they asked. “You can put off the contest”. “No”, said Henry. “If I do that, Benny will think I’m afraid to race against him. I’ll be all right”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>After school the boys gathered in the field at the back of their classrooms. There was a big crowed, all eager to see who would win. Benny cycled first.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>The boys watched in silence as he went round and round the big circle. He was good, better than they had expected. Some of them began to wonder if Henry, with his bruised knees, could beat him. In five minutes Benny completed twenty four rounds !</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Henry looked very serious as he jumped on his bicycle. He had a difficult ride ahead oh him. But he wanted to teach Benny a lesson. At first his knees hurt a lot. But soon he didn’t seem to feel the pain any more. All he thought about was beating Benny. And do you know something ? He cycled twenty-four rounds and still had thirty seconds left. His friends cheered loudly as he finished off with twenty-five rounds ! He had beaten Benny, even though his knees were hurt. From then on Benny never boasted again. And Henry and his friends began to like him better for that.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>The End </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/giechuz.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/giechuz.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giechuz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giechuz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giechuz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giechuz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giechuz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giechuz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giechuz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giechuz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giechuz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giechuz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giechuz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giechuz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giechuz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giechuz.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=33&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giechuz.wordpress.com/2008/08/06/cerpen-english/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fda09a74ee870223f43e62bdecfc7962?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">giechuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/08/images1.jpg?w=141" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pasca Lumpur Porong Sidoarjo&#8230;</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/21/pasca-lumpur-porong-sidoarjo/</link>
		<comments>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/21/pasca-lumpur-porong-sidoarjo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 12:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giechuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekilas info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giechuz.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Pasca lumpur panas LAPINDO, Porong-Sidoarjo. Kini warga dihadapkan kembali oleh    semburan air mancur yang mengandung gas. Tinggi semburan itu mencapai 15 meter. Hal tersebut sangat meresahkan warga sekitar daerah semburan . Warga mengaku sulit untuk menyalakan hal-hal yang menggunakan api, karena warga takutsemburan yang mengandung gas tersebut menyebabkan kebakaran di area rumanya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=20&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/images-4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-25" src="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/images-4.jpg?w=116&#038;h=82" alt="" width="116" height="82" /></a> Pasca lumpur panas LAPINDO, Porong-Sidoarjo. Kini warga dihadapkan kembali oleh    semburan air mancur yang mengandung gas. Tinggi semburan itu mencapai 15 meter. Hal tersebut sangat meresahkan warga sekitar daerah semburan . Warga mengaku sulit untuk menyalakan hal-hal yang menggunakan api, karena warga takutsemburan yang mengandung gas tersebut menyebabkan kebakaran di area rumanya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/giechuz.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/giechuz.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giechuz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giechuz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giechuz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giechuz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giechuz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giechuz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giechuz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giechuz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giechuz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giechuz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giechuz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giechuz.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giechuz.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giechuz.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=20&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/21/pasca-lumpur-porong-sidoarjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fda09a74ee870223f43e62bdecfc7962?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">giechuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/images-4.jpg?w=116" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Makna Lebai</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/21/makna-lebai/</link>
		<comments>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/21/makna-lebai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 11:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giechuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giechuz.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[20 Juli 2008 Apa sih makna kata lebai menurut anda? Banyak orang bilang kata ini seperti trend 2007. Kata &#8221; Ya..gitu deh!!&#8221; sangat trend pada masa itu.Padahal belum tentu donk orang tau makna yang tersirat didalamnya. Apakah sama halnya dengan jablai? Nah loh.., hampir sama kan kedengarannya. Walaupun 2 vokal dibelakangnya sama. Tapi tetep saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=14&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/imagesv.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-27" src="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/imagesv.jpg?w=122&#038;h=102" alt="" width="122" height="102" /></a>20 Juli 2008</p>
<p>Apa sih makna kata lebai menurut anda? Banyak orang bilang kata ini seperti trend 2007. Kata &#8221; Ya..gitu deh!!&#8221; sangat trend pada masa itu.Padahal belum tentu donk orang tau makna yang tersirat didalamnya. Apakah sama halnya dengan jablai? Nah loh.., hampir sama kan kedengarannya. Walaupun 2 vokal dibelakangnya sama. Tapi tetep saja beda. Sungguh kata ini yang sering saya dengar, baik dirumah, kampuz, kostan , angkot bahkan di jalan.</p>
<p>Saya bertanya-tanya &#8220;Apa sih maksud orang mengatakan kata ini? Lebai? Hati saya berkata &#8221; Apa maksudnya hewan pecinta madu, bisa juga kan lebai itu sesuatu hal yang menjijikan atau bahkan membuat orang muntah. Dari pada saya pusing tujuh keliling memutar otak mendingan pandangi langit saja di malam hari, pasti lebih indah.<span id="more-14"></span></p>
<p>Saat pulang kerumah. Putri ( adik saya) meminta kepada saya untuk membuat surat cinta. Katanya sih disuruh seniornya. Aduh anak zaman sekarang udah tau cinta-cintaan. Berarti bukan sekedar cinta monyet lagi. Bahkan bisa dibilang juga cinta anak monyet. Sungguh bangsa ini mau dijadikan apa jika yang diutamakan hanyalah cinmta. Tapi tak apa mungkin saya pikir itu juga ilmu. Ilmu kejiwaan hati. Ya sudahlah lupakan. Setelah saya selesai menulis. Putri kaget. Saya bertanya kepadanya: &#8221; Kenapa ko raut mukamu begitu,&#8221; lalu ia menjawab : &#8221; Ko pake bahasa turis ka?, Lebai deh kaka!&#8221;. Nah saat kata itu diucapkan kembali ingatan yang semula sudah saya bawa tidur. Malah saya lebih kaget sekarang. Saya bertanya kembali kepadanya : &#8221; Lebai? apa sih Lebai itu?&#8221;. Dia tertawa cekikikan. Saya tidak mengerti apa yang dia maksud. Adik saya gak sopan mentertawakan kakanya. Dia senang klo kakanya terlihat bodoh didiepan dirinya. Sungguh keterlaluan. Akhirnya ia menjawab: &#8221; Lebai itu berlebihan!&#8221;. Berlebihan!&#8217; APa benar lebai itu berlebihan. Sebenarnya dari mana asal kata ini?. Dari basa asing, bahasa planet, bahasa suku ataukah bahasa purba?. Saya masih bingung.</p>
<p>Masak sih saya dibilang lebai? Orang kaya berarti lebai juga donk. Lebai harta, uang, rumah dan sevbagainya. Bukan cuma orang kaya juga sih, orang miskin juga, lebai kesusahan, lebai anak (doyan kalie..) dll.</p>
<p>Siapa juga sih yang gak lebai? Setidaknya orang-orang yang lebai, klo orang ngomong ja bisa ampe muncrat dan gak napas. Ya salah sendiri ga bisa bawa ember dan ambil nafas. Dan mengenai muka saya. Barang kali karena keenakan, dia sampe gak nyadar klo dia memberikan cipratan-cipratan air mancur, ups malah air liur.</p>
<p>Kenapa bisa nyampe muka? Ya karena saya sendiri yang berdiri disampingnya dan memperhatikan dia berbicara dihadapan orang. Langsung saya kenain dia tilangan. Jepitan tangan putaran 4. Tapi sial, saya malah kena balsan tamparan tangan 5 jari. Aga lembek sih, lumayan daripada ditabok ma Cina. Ya sudahlah terima nasib aja, untung orang dan statusnya teman saya, coba kalo kucing bisa saja tuh saya tendang. Tapi untungnya juga bukan setan kalo setan wah&#8230; bisa kabur dan mati berdiri. Sekarang saya jadi tahu, kalo ada orang yang berantusias lewat omongan saya harus waspada membawa payung. Seperti kata peribahasa. Membawa payung sebelum hujan.</p>
<p>Kemarin saya naik angkotrencananya sih mau ke Warung Jambu buat ngebenerin printer, tapi gak jadi. Malah curi-curi pandang pada pfoduk Ramayana.Selama perjalanan. Sungguh mpet saya, 4 burung dara berkicau, nyaring dan lantang mengemukakan aktivitas kesehariannnya. Padahal gak begitu penting. $ burung ja ko dah kaya sekampung yang lagi pada gotong royong and rebutan makanna. Kebetulan saya duduk terperosok di pojokan angkot. Mendengarkan dengan setia kicauan burung dara. Benar-benar mengusik saya saat membaca komik. Konsentrasi buyar, Pikiran bubar gak karuan. Saya keluarkan saja Sunny buat ngilangin kicauan itu. Lumayan enak ada variasi, bukan cit-cit atau cicitcuit seperti lagu yang dibawakan Joshua dulu. Tapi jels lebih merdu daripada burung dara itu. Merdu karena yang ini sudah baleg. Tapi saya ingin benar-benar menghilangkan suara itu. Saya berkata dalam hati : &#8221; Kalo di gedein volumenya nanti kedengaran sebelah, nanti disangkanya norak. &#8221; Kalo dikecilin pasti surara kicauan itu kedengaran lagi, Mana perjalanan masih jauh!&#8221;. Dalam hati ingin memberitahu. Coba ya de kecilkan sedikit volumenya soalnya ini bukan tempat pertandingan kicauan burung. Wong diangkot ko. seorang melirik kearah saya. Waduh saya heran. Apa dia mendengar apa kata hati saya. Saya menundukan kepala sedikit. Dari pada malu. Muka saya nanti jadi memerah. Bukan memerah susu sapi loh&#8230; walaupun sama tulisannya tapi beda ngucapinnya. Homograf deh kalo gak salah. Ya kalo ga salah berarti bener kan. Lanjut..Dia terus melihat kearah saya. Saya tengokan kepala ke sebelah kiri. Berhubung duduk di kursi 6. Ketika menoleh ternyata 2 orang burung jantan pakai sepeda motor di belakang angjkot saya. Ups maaf bukan angkot milik saya. Maksudnya angkot yang saya tumpangi. 2 burung jantan yang sengaja mengikuti dari belakang dan memberikan helaian tangan kearah yang sama. Dalam hati berkata : &#8220;Owh ternyata burung dara itu sedang melakukan interaksi dengan burung jantannya, sedangkan  burung dara<br />
yang lainnya tetep asik ngoceh. Bahasan burung dara selalu saja burung jantan. Apa begitu sebaliknya. Gak da bahsan lain kali ya. Saya syok ketika salah satu diantara mereka mengatakan &#8221; Lebai deh loe Dis&#8221;. Waduh kata itu lagi. Apa gak da kata lain apa yang bisa diungkapin. Ya mungkin emang lagi banyak dikonsumsi sama burung. Tapi kan saya ndak mengerti benar? Apa sama maknanya dengan yang adik saya katakan. Sayang saya gak dengar kata sebeklumnya. Pengennya sih nanya, tapi berhubung dah nyampe tujuan. Gagal deh.</p>
<p>Berjalanlah saya ke gedung Ramayana Jambu 2. Beberapa jam kemudian suara merdu Afgan dari ponsel terdengar hingga ketelinga. Di suruhlah saya kekostan karena ada somethinmg problem disana. Apalagi nih. Apa ada sangkut paunya dengan lebai?. Kayaknya kalo muncul lagi biar saya kurungin deh. Pasti hati saya juga langsung dug-dugan deh, memutar balik. Segeralah saya naik angkot 09.Warung Jambu-Sukasari. Turunlah saya di lampu merah deket Hotel Pangrango. Lanjut lagi sama angkot 05. setibanya di Kostan. Ternya ta masalahnya cuma sekedar banyak ee tikus didepan pintu. Apa salahnya coba tinggal dibersihkan. Tapi jijik juga sih. Wah berratti si Wanda ( nama samaran) lebai juga nih. Tanpa sadar saya jadi ikut-ikutan orang. Padahal kan saya gak ngerti bener. Tapi sudah terucapkan mau gimana lagi. Toh pasti dia juga gak akan tanya balik. Masalahnya belum selesai. Berhubung males ngebersihin. Saya coba aja minta tolong ke tembok sebelah. Penghuninya para pejantan tangguh loh. Pada saat diminta bantuan. Seorang pahlawan bertopeng bersedia memberikan bantuan darurat ini. Dibersihkannyalah olehnya. Sungguh pahlawan pujaan hati. Tapi sayang keadaan itu berubah ketika dia mengatakan &#8221; Ah lebai loe, cuma ginian aja loe pada ga mau ngebersihin?, sama ja kaya kotoran loe kalie.&#8221; Waduh nie mah bukan lagi pahlawan tapi hero kecebur kali&#8221;. Apa dia gak ikhlas. Dengan segera saya menggantikannya mengepel lantai, untuk menghilangkan baunya. Tak apalah itung-itung olahraga, barang kali aja timbangan bergerak kebelakang. Saat sadar saya teringat. Udah beberapakali ya saya mendengar kata lebai. Uh mungkin bisa dibilang ke sejuta kalienya. Ih lebai deh. Dah lupakan.</p>
<p>Kali ini yang menarik perhatian saya di kostan teman yang jaraknya tidak jauh dari kostan biru. Sesosok wanita berkerdung hiaju. Gemuk. Bersuara serak-serak basah (berdahak kali&#8230;hehe). Lagi asik bercerita ke temannya yang berada disekelilingnya. Sangat bersemangat, seperti pejuang 45 yang dulu berusaha merebut dan memepertahankan kemerdekaan Indonesia. Ternyata dia sedang bercerita tentang teman prianya yang memebrikannya kejutan.Sungguh so sweat. Kejutan sebuah tas bermotif kembang-kembang. Kaya emak-emak aja. Semua temannya yang lain memeperhatikannya. Tanpa berkedip sedikitpun. Bukan karena ceritanya. Melainkan karena kelebaiannya cara dia menyampaikan hal tersebut. Bak kereta express pakuan. Tanpa jeda, tanda baca, EYD bahkan napas sekalipun. Mati donk. Gak lah. kan cuma pengibaratan. Karena sudah lelah mendengar semua itu, teman-temannya serempak berkata &#8220;Ah..lebai loe!&#8221;. Gondok rasanya jika saya yang digituin. Serasa ingin nyemplung sumur dan berenag disana. Mank dia itu sudah terkenal di kostan atau bahkan dikanmpus si nyonya Lebai karena dia selalu ja lebai jika menyampaikan sesuatu. Apalagi yang berhubungan dengan Janji suci. Pasti bukan sekedar  lebai lagi yang muncul. Bisa lebai&#8230;lebai..dan lebai..Kaya Tanggo berapa lapis? Ratusan. Ya kasus ini juga &#8220;Berapa Lebai?&#8221; Jutaan&#8230;!</p>
<p>Di sisi lain yang membuat saya menjadi berpikir kembali. Yaitu saat seorang anak kecil diledek oleh teman sebayanya. Kemudian berkaca-kacalah matanya, mencebe bibienya, berkomat-kamit mulutnya. Itu merupakan gejala-gejala berlinanya air mata. Teman satunya berkata &#8221; ih lebai&#8230;rek kaluar cai panon tah!. Sedikitnya saya mengerti apa yang dimaksud. Artinya &#8221; mau keluat air mata tuh..Masalahnya lebai ini apa maknanya? Kalo ditanya ma anak itu wah bisa keluar keringet. Kebetulan ada orang sedikit tua sedang berdiri deket tukang gorengan. Langsung saja bertanya kepadanya menggunakan tutur kata yang sopan. &#8221; Ibu punten, ai lebai teh naon hartina?&#8221; Soalna abdi kirang terang!&#8221; Jawaban si Ibu adalah kalo ada orang mau nagis tapi belum mengeluarkan air mata. Masih berkaca-kaca gitu. Timbul pertanyaan yang muncul? Sebenarnya apa sih makna lebai?</p>
<p>Dari pengalaman saya orang kota mengatakan lebai itu berlebihan sedangkan orang deasa berkata itu gejala mau nangis. Ya setidaknya saya harus saya harus menyesuaikan pada situasinya. Hitung-hitung cari pengalaman, kosakata, &amp; pemahaman Supaya dari sekarang bisa terlatih jadi orang yang nantinya akan lebai sukses. Lebih sukses maksudnya. Amien</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/giechuz.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/giechuz.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giechuz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giechuz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giechuz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giechuz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giechuz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giechuz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giechuz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giechuz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giechuz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giechuz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giechuz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giechuz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giechuz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giechuz.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=14&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/21/makna-lebai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fda09a74ee870223f43e62bdecfc7962?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">giechuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/imagesv.jpg?w=122" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sempur,Lapangan Sejuta Umat</title>
		<link>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/13/sempurlapangan-sejuta-umat/</link>
		<comments>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/13/sempurlapangan-sejuta-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 13:49:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>giechuz</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giechuz.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Minggu,13 Juli 2008 oleh Widia Pitriyani Minggu pagi sudah tidak asing lagi bagi warga kota Bogor untuk berkunjung ke Sempur yang letaknya dekat dengan Kebun Raya Bogor,banyak aktivitas-aktivitas warga Bogor yang dilakukan disana, mulai dari berolahraga, berdagang, wisata kuliner, hanya sekedar main, bahkan ajang mencari jodoh. &#8220;Bak kerumunan semut, Sempur dipadati warga kota Bogor&#8221;. Mulanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=9&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu,13 Juli 2008</p>
<p>oleh <span style="color:#ff00ff;">Widia Pitriyani</span></p>
<p style="text-align:justify;">Minggu pagi sudah tidak asing lagi bagi warga kota Bogor untuk berkunjung ke Sempur yang letaknya dekat dengan Kebun Raya Bogor,banyak aktivitas-aktivitas warga Bogor yang dilakukan disana, mulai dari berolahraga, berdagang, wisata kuliner, hanya sekedar main, bahkan ajang mencari jodoh. &#8220;Bak kerumunan semut, Sempur dipadati warga kota Bogor&#8221;. Mulanya sih,,,Sempur bukan sebagai pusat berolahraga, namun sejak tahun 2003, saat Walikota Bogor memutuskan sempur menjadi pusat olehraga menggantikan Balaikota Bogor, maka hingga saat ini sempur tetap eksis untuk menjadi tempat dimana warga Bogor menyalurkan hari li<a href="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/100_31521.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-10" src="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/100_31521.jpg?w=290&#038;h=217" alt="" width="290" height="217" /></a>burnya. dengan pernyataan tersebut,jadi tak heran apabila masyarakat Bogor menyebut sempur sebagai lapangan sejuta umat??! Bagaimana menurut Anda? setujukah Anda???</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/giechuz.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/giechuz.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giechuz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giechuz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giechuz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giechuz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giechuz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giechuz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giechuz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giechuz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giechuz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giechuz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giechuz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giechuz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giechuz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giechuz.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giechuz.wordpress.com&amp;blog=4111639&amp;post=9&amp;subd=giechuz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giechuz.wordpress.com/2008/07/13/sempurlapangan-sejuta-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fda09a74ee870223f43e62bdecfc7962?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">giechuz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giechuz.files.wordpress.com/2008/07/100_31521.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
